Tujuh keajaiban dunia diumumkan Jumat malam 11 November 2011. Apakah Komodo lolos masuk, memang belum diketahui. Minggu kemarin kadal raksasa itu sudah masuk 10 besar. Bersama sejumlah keajaiban lain seperti Laut Mati dan Grand Canyon.
Warga Indonesia bersiap menyambut pengumuman itu.
Acara penutupan voting Komodo digelar besok di Museum Komodo Taman Mini Indonesia Indah. “Yang menggelar acara ini adalah Taman Mini. Kami diundang,” kata Emmy Hafild, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmy Hafild kepada VIVAnews, Kamis sore.
Bisakah Komodo masuk tujuh besar? Belum pasti memang. Emmy mengaku optimistis. “Menang atau tidak yang penting kita optimis,” katanya. Berapa suara yang telah diraup Komodo? “Dari dulu saya bilang rahasia. Saya tidak bisa menyampaikannya,” tutup Emmy.
Meski sudah masuk 10 besar di New7Wonders of Nature—dari 28 finalis—posisi Komodo memang belum aman. Posisi itu bisa naik. Turun bisa pula. Voting ditutup besok. Tinggal sehari.
Taman Nasional Komodo terletak di Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Wilayah kawasan Taman Nasional itu mencakup sejumlah pulau. Gugusan pulau-pulau itu berbaris di antara Flores dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat. Selain kadal raksasa yang bersejarah, taman itu juga menyimpan pesona bawah laut dan panorama yang elok di mata.
Hanya saja perjalanan menuju final itu tidak seindah keelokkan pemandangan itu. Diwarnai ketegangan antara panitia New7Wonders dengan pemerintah di sini. Terakhir, Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Djoko Susilo, malah menyebut yayasan itu sebagai abal-abal.
Kampanye memenangkan Komodo ini pun seperti terlambat dimulai.
Itupun setelah sejumlah orang swasta seperti Emmy Hafild membentuk tim pemenangan dan memilih Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai duta. Tapi situasi tetap mendidih sampai final. Dubes Djoko tetap meyakini yayasan itu memang abal-abal. Terakhir dia menyebut yayasan itu sudah bangkrut.
Ribut di sini, kampanye disejumlah negara sungguh meriah. Lihatlah yang terjadi di Filipina. Negeri itu diharumkan Puerto Princessa ke ajang ini. Sebuah sungai bawah tanah yang semenjak bertahun lampau ramai dikunjungi pelancong manca negara. Seperti Komodo, si Princessa ini juga masuk 10 besar.
Dan pemerintah Filipina terlihat lebih agresif mendulang suara. Kamis hari ini, pemerintah di sana menggalang suara secara besar-besaran. Mereka berkejaran dengan semangat warga negara lain hingga Jumat besok itu.
Seperti dilansir Manila Standard Today, 10 November 2011, Walikota Palawan, Edward Hagedorn mengajak semua pihak -- warga sipil, tokoh politik, tokoh agama, dan dunia bisnis, memberikan suara demi sungai bawah tanah itu. Edward juga meminta tujuh juta warga Filipina di berbagai negara ikut menyokong.